Terima Kasih uda Copas ^ ^ Sebagai balas jasa kamu, Ayo Like -> http://facebook.com/dipromosikan | Sumbernya : http://www.bamz.us/2011/11/cara-membuat-read-more-otomatis-di-blog.html#ixzz2JzlTwTFw LAPORAN PRAKTIKUM (Pengamatan Jaringan Xilem, Floem, dan Stomata Pada tumbuhan) | RETNORISMA

Mengenai Saya

Foto Saya
have fun life, so will have fun to meet me :)
Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

LAPORAN PRAKTIKUM (Pengamatan Jaringan Xilem, Floem, dan Stomata Pada tumbuhan)



LAPORAN PRAKTIKUM
(Pengamatan Jaringan Xilem, Floem, dan Stomata Pada tumbuhan)

Disusun oleh :
Oktaviani gabrella sabatini
Muhammad ikhlas
Novia sefriani
Rahmat raharjo
Retno wulandari
Risma wati
Tri yuliani
Kelas :  XI IPA 2


DINAS PENDIDIKAN KEBUDAYAAN PEMUDA DAN OLAHRAGA
 SMA NEGERI 2 KABUPATEN TEBO
2012
Pengamatan jaringan xilem, floem, dan stomata pada tumbuhan

A.   Tujuan
Untuk mengetahui bentuk dan bagian dari jaringan xilem, floem dan stomata pada tumbuhan.

B.   Latar belakang
Pembuluh kayu atau xilem (dari xylem, dari bahasa Yunani kuna ξυλον / Lat. xylon, yang berarti "kayu") merupakan salah satu dari dua kelompok utama jaringan pembuluh yang dimiliki oleh tumbuhan berpembuluh (Tracheophyta). Pembuluh kayu berfungsi menyalurkan zat bahan fotosintesis dari akar ke daun. Pembuluh kayu merupakan saluran utama bagi transportasi air beserta semua substansi yang terlarut di dalamnya dari akar (dan juga bagian tubuh tumbuhan lain yang menyerap air) menuju bagian lain tumbuhan, terutama daun. Kayu dibentuk terutama dari kumpulan pembuluh kayu.
Pergerakan air pada xilem bersifat pasif karena xilem tersusun dari sel-sel mati yang mengayu (mengalami lignifikasi), sehingga xilem tidak berperan dalam proses ini. Faktor penggerak utama adalah transpirasi. Faktor pembantu lainnya adalah tekanan akar akibat perbedaan potensial air di dalam jaringan akar dengan di ruang tanah sekitar perakaran. Gaya kapilaritas hanya membantu mendorong air mencapai ketinggian tertentu, tetapi tidak membantu pergerakan.
Sel-sel xilem memiliki beberapa tipe, yaitu trakea (tidak dimiliki oleh tumbuhan paku dan tumbuhan berbiji terbuka), trakeida, dan serabut trakeida. Sel-sel xilem tidak memiliki protoplasma. Pada sistem pembuluh kayu ditemukan pula parenkima kayu, yang mengisi ruang-ruang kosong di antara pembuluh dan membantu melekatkan pembuluh-pembuluh tersebut.
Trakea dapat dikatakan pembuluh yang sebenarnya. Ia adalah sekumpulan sel-sel yang dinding sel lateralnya mengalami penebalan oleh lignin (zat kayu) sedangkan bagian ujung atas dan bawahnya mengalami perforasi (pelubangan) sehingga berhubungan dengan sel-sel sejenis di atas dan bawahnya membentuk pipa kapiler memanjang.
Trakeida berukuran lebih kecil daripada trakea, bentuknya juga memanjang dan juga mengalami penebalan pada dinding lateralnya. Ujung-ujungnya tidak berperforasi sehingga pergerakan air seakan-akan melalui katup-katup. Dinding selnya banyak memiliki noktah-noktah.
Serabut trakeida mirip dengan trakeida namun memiliki dinding sel yang lebih tebal sehingga lumennya (ruang dalam dinding sel) sempit; selnya lebih memanjang.
Xylem membawa air dari dalam tanah ke seluruh ke organ tumbuhan dan di jadikan sebagai energi untuk berfotosintesis.
Pembuluh tapis atau floem (phloem, dari bahasa Yunani φλόος / Lat. phloos, berarti "pepagan".) adalah jaringan pengangkut pada tumbuhan berpembuluh (Tracheophyta) yang berfungsi dalam transportasi hasil fotosintesis, terutama gula sukrosa, dan berbagai metabolit lainnya dari daun menuju bagian-bagian tumbuhan lainnya, seperti batang, akar, bunga, buah, biji, dan umbi. Proses transpor ini disebut sebagai translokasi. Daun merupakan sumber fotosintat (source), sedangkan organ lain menjadi penampungnya (sink). Arah pergerakan zat dalam pembuluh tapis berlawanan dengan pembuluh kayu.
Berbeda dengan pembuluh kayu, sel-sel pembuluh tapis bersifat "aktif" dalam mengatur pergerakan hara di dalamnya. Dinding sel-selnya tipis dan memiliki struktur lubang-lubang. Sel-sel buluh tapis dihasilkan oleh kambium pembuluh dan setelah "masak" tidak kehilangan protoplasma. Dalam sistem buluh tapis, biasanya sel-sel buluh tapis didampingi oleh sel-sel pengiring yang lebih kecil.
Translokasi gula diatur oleh kebutuhan dari organ-organ pada jarak yang jauh dan bergantung pada tahap perkembangan tumbuhan. Proses yang umum dikenal sebagai aliran tekanan. Konsentrasi gula yang tinggi di daun akan bergerak ke sel-sel dengan gradien konsentrasi yang lebih rendah. Pergerakan ini dikendalikan oleh proses biokimia pada organ-organ lainnya. Sebagai contoh, perkembangan buah dan biji memerlukan energi tinggi. Proses perkembangan ini akan menarik banyak gula dan substansi-substansi yang diperlukan dari daun dan organ lainnya. Kompetisi antarorgan untuk mendapatkan pasokan energi dapat terjadi. Dalam pertanian, pemangkasan atau pengurangan banyaknya buah kerap dilakukan untuk menekan kompetisi dan menghasilkan produk dengan ukuran yang dikehendaki pasar.
Stoma (jamak: stomata) berfungsi sebagai organ respirasi. Stoma mengambil CO2 dari udara untuk dijadikan bahan fotosintesis, mengeluarkan O2 sebagai hasil fotosintesis. Stoma ibarat hidung kita dimana stoma mengambil CO2 dari udara dan mengeluarkan O2, sedangkan hidung mengambil O2 dan mengeluarkan CO2. Stoma terletak di epidermis bawah. Selain stoma, tumbuhan tingkat tinggi juga bernapas melalui lentisel yang terletak pada batang
C.   Alat dan bahan
1.     Alat
·        Pinset / penjepit
·        Pisau / silet
·        Kaca benda / objek
·        Kaca penutup
·        Mikroskop
·        Pipet tetes
·        Tissue
·        Air
2.     Bahan
·        Batang manihot utilisima (ubi kayu)
·        Daun rhoe discolor





D.   Cara kerja
1.     epidermis bawang merahPotonglah bawang dengan pisau / silet untuk mengambil selembar lapisan tipis jaringan epidermis dari permukaan dalam selembar bawang merah

2.     Letakan hasil potongan pada kaca objek dan berilah air. Amati dibawah mikroskop dan lihat gambar hasilnya.
3.     Lakukan hal tersebut pada bahan objek lainnya.












E.    Hasil pengamatan
1.     Jaringan stomata rhoe discolour

485860_467130919973713_365689506_n.jpg












2.     Jaringan xilem dan floem manihot utilisima
564378_467130346640437_1853898256_n.jpg










F.    Pembahasan
a.     Rhoe discolour
Pada pengamatan struktur jaringan pada daun rhoe discolour dengan perbesaran 50x, telah tampak adanya jaringan stomata yang berbentuk oval dan ditengah-tengahnya menyerupai mata berwarna hijau kekuningan.
b.     Manihot utilissima
Pada pengamatan struktur jaringan ada batang ubi kayu (Manihot utilissima) dengan pembesaran 50x, telah tampak adanya jaringan pengangkut yaitu xilem dan floem,
Jaringan xilem terdapat di bagian dalam setelah kambium dan bentuknya lebih besar dari pada jaringan floem.
Sedangkan jaringan floem terdapat dibagian luar disekitar kambium, mengelilingi jaringan xilem, bentuknya lebih kecil dan halus.

G.   Kesimpulan
Dari hasil pengamatan diatas dapat disimpulkan bahwa :
a.     Manihot utillisima
·     Pada manihot utilisima sudah terlihat adanya jaringan epidermis, korteks, xilem, floem, dan kambium
·     Jaringan xilem nya berbentuk  berbentuk bulat dan lebih besar dari pada jaringan floem

b.     Rhoe discolor
·     Pada rhoe discolour telah terlihat adanya jaringan stomata dengan jelas.
·     Jaringan  stomata yang berbentuk oval dan ditengah-tengahnya menyerupai mata berwarna hijau kekuningan.

Stomata adalah suatu celah pada epidermis yang dibatasi oleh dua sel penutup yang berisi kloroplas dan mempunyai bentuk serta fungsi yang berl;ainan dengan epidermis.
Fungsi stomata:
-Sebagai jalan masuknya CO2 dari  udara pada proses  fotosintesis
-Sebagai jalan penguapan (transpirasi)\
-Sebagai jalan pernafasan (respirasi)









H.   Daftar pustaka
Fanh, A.  1982.  Anatomi Tumbuhan.  Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Kamajaya.  1996.  Sains Biologi.  Ganesa Exact, Bandung.





  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

1 komentar:

alita putra mengatakan...

makasih ya dek

Poskan Komentar